Mengenal King, Queen, dan Jack dalam Kartu Poker

Dalam dek kartu poker standar (kartu Remi), terdapat 12 kartu figur (court cards atau face cards) yang terdiri dari King (Raja), Queen (Ratu), dan Jack (Ksatria/Prajurit) untuk masing-masing dari empat simbol (suits): Sekop, Hati, Keriting, dan Wajik.

Meski desainnya telah mengalami penyederhanaan visual selama ratusan tahun, figur-figur ini memiliki latar belakang sejarah dan cerita unik di baliknya.

Tokoh Sejarah di Balik Setiap Figur

Pada abad ke-16, para pembuat kartu di Prancis memberi nama pada setiap kartu figur berdasarkan tokoh sejarah, mitologi, atau kitab suci yang agung:

SimbolKing (K)Queen (Q)Jack (J)
Sekop (Spades)Raja Daud (David) – Raja Israel kunoPallas Athena – Dewi perang dan kebijaksanaan YunaniOgier the Dane – Ksatria legendaris Charlemagne
Hati (Hearts)Charlemagne – Raja kaum Frank dan Kaisar Romawi SuciJudith – Tokoh pahlawan wanita dari Kitab ApokripaLa Hire – Penasihat militer Joan of Arc
Keriting (Clubs)Alexander Agung – Penguasa MakedoniaArgine – Anagram dari Regina (bahasa Latin untuk Ratu)Lancelot – Ksatria meja bundar Raja Arthur
Wajik (Diamonds)Julius Caesar – Diktator dan jenderal Republik RomawiRachel – Tokoh alkitabiah (istri Yakub)Hector – Pahlawan dan pangeran dari Perang Troya

Keunikan Desain dan Visual Modern

Selain sejarahnya, kartu figur dalam dek standar modern memiliki beberapa detail visual yang sering menjadi perhatian dalam permainan:

  • King of Hearts (The Suicide King): Merupakan satu-satunya Raja yang menggenggam pedang di belakang kepalanya (seolah-olah sedang menusuk dirinya sendiri) dan satu-satunya Raja tanpa kumis.
  • King of Diamonds (Profile King): Satu-satunya Raja yang digambarkan dari tampak samping (profil), sehingga hanya memperlihatkan satu mata dan memegang kapak, bukan pedang.
  • Jack of Spades & Jack of Hearts (One-Eyed Jacks): Kedua Jack ini digambarkan tampak samping sehingga hanya memperlihatkan satu mata, berbeda dengan Jack of Clubs dan Jack of Diamonds yang tampak depan/serong.
  • Simetris Dua Arah (Double-Ended): Sejak abad ke-19, figur digambarkan memiliki dua kepala atas-bawah agar pemain tidak perlu memutar balik kartu untuk mengenali nilainya di atas meja judi.
Share:

Jakob Hutabarat writes for Landscape Towson MD.

Leave a comment